Jombang Bergerak Menuju Kabupaten Literasi Inklusif
0
JOMBANG – Gedung DPRD Kabupaten Jombang menjadi saksi momen bersejarah bagi para pegiat literasi di Jombang pada hari ini, Rabu, 20 Agustus 2025. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jombang menyelenggarakan pertemuan bertajuk “Aktualisasi Pembangunan Literasi Menuju Jombang sebagai Kabupaten Literasi yang Inklusif dan Berkelanjutan”. Acara ini mempertemukan berbagai elemen pegiat literasi, mulai dari pengelola perpustakaan sekolah, perpustakaan desa, hingga anggota Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Jombang, dengan tokoh literasi nasional, Yusron Aminulloh, putra daerah asli Jombang yang juga pendiri Dedurian Park.
Yusron Aminulloh: Inspirasi Literasi dari Menturo, JombangYusron Aminulloh, yang dikenal sebagai tokoh literasi nasional, hadir membawa semangat dan visi besar untuk memajukan budaya literasi di tanah kelahirannya. Berasal dari Desa Menturo, Kecamatan Sumobito, Yusron telah lama dikenal sebagai penggagas berbagai inisiatif literasi di Indonesia. Selain sebagai pendiri Dedurian Park, ia juga aktif dalam berbagai kampanye literasi nasional, termasuk bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Forum TBM. Kehadirannya dalam acara ini menjadi magnet bagi para pegiat literasi lokal untuk belajar dan berkolaborasi.Dalam sambutannya, Yusron menekankan pentingnya literasi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul. “Literasi bukan hanya soal membaca buku, tapi bagaimana kita menciptakan ruang inklusif yang memungkinkan setiap orang, dari anak-anak hingga lansia, untuk terus belajar dan berkreasi,” ujarnya. Ia juga berbagi pengalaman bagaimana Dedurian Park, yang berbasis di Jombang, telah menjadi pusat kegiatan literasi yang menginspirasi banyak komunitas di Indonesia.Forum TBM Jombang: Kolaborasi untuk Literasi InklusifPertemuan ini menjadi ajang diskusi yang hangat dan penuh inspirasi. Para pegiat literasi dari berbagai latar belakang berbagi pengalaman dan tantangan dalam mengelola perpustakaan desa dan taman bacaan masyarakat. Salah satu sorotan adalah bagaimana perpustakaan desa, seperti yang ada di Desa Karanglo dan Mojotrisno, telah bertransformasi menjadi ruang belajar yang hidup dengan fasilitas komputer, layanan perpustakaan keliling, dan kegiatan literasi kreatif.Sri Surjati, Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jombang, menyampaikan bahwa acara ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk menjadikan Jombang sebagai kabupaten literasi yang inklusif dan berkelanjutan. “Kami ingin perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga ruang yang dinamis, ramah bagi semua kalangan, dan mampu menjawab kebutuhan zaman,” ungkapnya.Menuju Jombang sebagai Kabupaten LiterasiTema “Aktualisasi Pembangunan Literasi Menuju Jombang sebagai Kabupaten Literasi yang Inklusif dan Berkelanjutan” mencerminkan visi besar untuk menjadikan literasi sebagai pilar utama pembangunan masyarakat Jombang. Dalam diskusi, Yusron Aminulloh menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah, komunitas, dan sektor swasta, untuk menciptakan ekosistem literasi yang kuat. Ia juga mengapresiasi inisiatif seperti lomba perpustakaan desa yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, yang mendorong inovasi dan kompetisi sehat di kalangan pengelola perpustakaan.Para peserta juga berdiskusi tentang strategi memperluas akses literasi ke wilayah terpencil melalui program seperti Pusling Bermantra (Pustaka Keliling untuk Jombang Literasi Maju dan Sejahtera). Program ini diharapkan dapat membawa manfaat literasi hingga ke pelosok desa, memastikan bahwa tidak ada warga Jombang yang tertinggal dalam akses pengetahuan.Semangat Kolaborasi dan Harapan ke DepanAcara ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana para pegiat literasi berbagi ide-ide inovatif untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Yusron menegaskan bahwa Jombang memiliki potensi besar untuk menjadi model kabupaten literasi di Indonesia, mengingat kekayaan budaya dan semangat masyarakatnya. “Jombang adalah rumah saya, dan saya ingin melihat tanah kelahiran ini menjadi mercusuar literasi yang inklusif,” katanya dengan penuh semangat.Dengan adanya pertemuan ini, Forum TBM Jombang semakin mantap melangkah untuk mewujudkan visi Jombang sebagai kabupaten literasi yang inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh literasi seperti Yusron Aminulloh, dan komunitas lokal menjadi kunci untuk menggerakkan budaya baca dan menulis di Jombang. Semangat ini diharapkan terus terjaga, membawa Jombang menuju masa depan yang lebih cerdas dan berdaya saing.
Sumber:
Sumber:
- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jombang
- Wawancara dan diskusi dalam acara hearing di Gedung DPRD Jombang
- Informasi terkait literasi di Jombang
Subscribe Youtube
Postingan Lebih Baru
Postingan Lebih Baru
Postingan Lama
Postingan Lama

